jump to navigation

Sejarah Pondok Pesantren Al-Husna Agustus 27, 2009

Posted by ponpesalhusna in Sejarah Ponpes.
trackback

Sejarah Pondok Pesantren Al-Husna sangat erat berkaitan dengan riwayat hidup pendiri-pendirinya. Untuk itu, perlu dijelaskan dan diceritakan secara ringkas riwayat mereka.

  1. Riwayat singkat kehidupan pendiri Pondok.

Pendiri Pondok Pesantren Plus TMI Al-Husna adalah (Buya) Drs. KH. Usman Husni, M.Ag beserta istri, (Ummi) Hj. Aidatul Fauziah Hsb S.Pd. Motivasi sebagai pengasuh Pondok telah dimulai sejak kecil. Ini dilatar belakangi dari perjalanan riwayat pendidikannya, yaitu :

  1. Di antara tahun 1957-1959, Buya belajar Ibtidaiyah selama 2 tahun di sebuah pesantren kecil di Buluh Carak, Simpang Kiri, Singkil. Yang diasuh oleh ayah tirinya (alm) Khateb Shaheh dan (alm) Tgk. Marwan.
  2. Di antara tahun 1961-1963, Buya belajar di Pesantren Darul Iman Lawe Perlak, Kecamatan Bambel yang diasuh oleh abang kandungnya (alm) Tgk. H. Hamdan Husni. Sedangkan dari tahun 1964-1969, Buya meneruskan belajar di Pesantren Nurul Islam Lawe Tuban Bambel, yang diasuh oleh abang kandungnya juga, (alm) Tgk. H. Ja’far Shiddiq. Di samping itu, Buya juga mengikuti Sekolah Dasar hingga tammat di Kuning Bambel pada tahun 1966.
  3. Di antara tahun 1970-1976, Buya meneruskan belajar di KMI Pondok Modern Gontor Ponorogo Jawa Timur, yang diasuh oleh (alm) K.H. Ahmad Sahal dan (alm) K.H. Imam Zarkasyi hingga tammat dan dilantik sebagai guru KMI di tempat tersebut.
  4. Di antara tahun 1977-1980, Buya berdedikasi di Kutacane sebagai staff pengajar di Pesantren Darul Iman, Pesantren Nurul Islam dan Peasntren Baitussalam Lawe Skeben, sekaligus dakwah keliling menjadi muballigh se Aceh Tenggara.
  5. Di antara tahun 1982-1987, Buya mengikuti kuliah jurusan peradilan agama di Fakultas Syari’ah UISU Medan dengan pembimbing (alm) Syeikh Haji Hamdan Abbas, Syeikh Haji Mahmud Aziz Srg, MA, Prof. DR. H. Abdullah Syah, MA, Drs. Tgk. Ali Muda dan DR. H. Lahmuddin Nst, M.Ag. Mereka inilah yang sangat berjasa dalam membimbing dan mengarahkannya hingga selesai dalam penulisan skripsi.
  6. Di antara tahun 1982-1988, Buya ikut mendirikan Pondok Pesantren ar-Raudhatul Hasanah Paya Bundung Medan, sekaligus memimpinnya selama 8 tahun.

Sementara itu, Ummi Aidatul Fauziah Hsb S.Pd juga memiliki riwayat pendidikan yang hampir sama dengan Buya, yaitu :

  1. Sekitar tahun 1964, Ummi sekolah Ibtidaiyah al-Washliyah dan dilanjutkan dengan pendidikan Mu’allimin al-Washliyah di tahun 1970-1973.
  2. Di antara tahun 1973-1976, Ummi melanjutkan sekolah di PGA (Pendidikan Guru Agama) Al-Washliyah dan dilanjutkan ke jenjang kuliah Fakultas Tarbiyah IAIN-SU pada tahun 1977.
  3. Di antara tahun 1973-1979, Ummi menyantri di PAQNA Nurul Asiah Jamil sekaligus menjadi Qari’ah Al-Quran dan Penyanyi sekaligus Pemain Nasyid Nurul Asiah. Oleh karenanya, Ummi sangat bercita-cita mendirikan, mengasuh dan memimpin sebuah  Lembaga Pendidikan Putri, yang nantinya akan melahirkan Pondok Putri Al-Husna.

Setelah Buya Usman Husni menikah dengan Ummi Aidatul Fauziah Hsb sekitar tahun 1977-1978, maka di sekitar tahun 1979-1981 Buya Usman Husni mengadakan dan mengisi pengajian-pengajian antara Medan dan Kuta Cane. Di samping itu, Ummi Aidatul Fauziah membuka Grup Marhaban dan Nasyid yang mereka beri nama “EL-HUSNA”, tepatnya berlokasi di Darul Aman Bambel Kuta Cane.

Dari kalimat “EL-HUSNA” inilah bibit pendirian Pondok Pesantren Plus TMI Al-Husna. Sehingga kalimat ‘AL-HUSNA’ menjadi ciri dan karakter keluarga tersebut. Ini dapat dilihat dari beberapa penabalan nama yang selalu dinisbahkan kepada kalimat ‘AL-HUSNA’, yaitu :

  1. Nama-nama anak mereka :
    1. Muhammad Najmil Husna.
    2. Muhammad Aidil Husna.
    3. Muhammad Ahyal Husna.
  2. Nama Grup Nayid; Nasyid El-Husna.
  3. Nama Masjid; Masjid Al-Husna.
  4. Dan nama Pesantren yang akan mereka dirikan juga dinisbahkan kepada kalimat ‘Al-Husna’, yaitu; TMI PONDOK PESANTREN PLUS AL-HUSNA.

Selain itu, pemakaian kata ‘AL-HUSNA’ juga sebagai upaya tafa’ul dan tabarruk kepada ayat-ayat Al-Quran yang berkaitan dengan kata-kata Al-Husna. Di dalam Al-Quran, terulang kata Al-Husna sebanyak 17 kali dengan mengandung dua pengertian, yaitu :

  1. Al-Husna dengan pengertian kebaikan, keindahan dan keelokan, tersebut sebanyak 8 kali, yaitu : at-taubah : 108, al-isra’ : 11, thaha : 8, al-hasyr : 24, al-anbiya’ : 101, al-lail : 6 dan 9, fushshilat : 50.
  2. Al-Husna dengan pengertian taman surga, tempat kebahagiaan yang abadi, tempat balasan bagi orang-orang yang berbuat kebaikan, tersebut sebanyak 9 kali, yaitu : an-nisa’ : 94, al-hadid : 10, Yunus : 26, ar-ra’d : 20, an-nahl : 62, al-kahf : 88, an-najm : 31, al-a’raf : 137 dan 189.

Oleh karenanya, TMI Pondok Pesantren Plus Al-Husna diharapkan menjadi tempat santri yang akan di tempa untuk menjadi orang-orang yang senantiasa menebar kebaikan dan akan menjadi penduduk surga di akhirat kelak. Kalimat ‘Al-Husna’ juga diupayakan sebagai do’a dan tafa’ul yang akan memberikan dorongan dan semangat jihad yang tinggi kepada seluruh anak-anak buya dan ummi serta para alumninya, untuk dapat terus memperjuangkan dan mengembangkan Pesantren tersebut, dengan motivasi li I’lai kalimatillah al-Husna, sehingga para alumni diberi hak untuk menambah ujung nama mereka dengan penisbahan kepada ‘Al-Husna’.

  1. Detik-Detik Kelahiran Pondok Pesantren Al-Husna.

Mulai dari tanggal 15 Januari 1982, ketika Buya Usman Husni memasuki rumah Drs.Ilyas Trg (salah seorang anggaota Badan Wakaf Raudhah), timbullah rencana untuk mendirikan sebuah pesantren di Paya Bundung Medan, yang kelak diberi nama Ar-Raudhatul Hasanah. Berdasarkan usul Buya Usman Husni kepada seluruh keluarga besar dukun patah (nini sidua) dan masyarakat sekitar, maka ditetapkanlah Buya Usman Husni sebagai pemimpin dan pengasuhnya. Oleh karenanya, tepat tanggal 18 Oktober 1982 dibukalah Pond Pest Raudhatul Hasanah.

Namun Allah SWT Menghendaki jalan yang terbaik, sehingga tepat tanggal 20 November 1988, Buya Usman Husni mengundurkan diri dari jabatan sebagai Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren ar-Raudhatul Hasanah, demi kebaikan semua Pihak. Selama proses pengunduran diri tersebut berlangsung, muncul kesan bahwa ‘bila bukan milik sendiri tentu harus banyak menahan diri, di samping menjaga harga diri. Demi generasi, patah tumbuh hilang berganti’. Dari peristiwa tersebut, muncul juga kesan bahwa Pondok Pesantren ar-Raudhatul Hasanah kelak akan menjadi besar, dikhawatirkan anak-anak Buya Usman Husni akan meminta bagian dari pesantren tersebut. Padahal, pesantren itu adalah amanah dari sahabat-sahabatnya yang ikhlas berkurban.

Berangkat dari cita-cita yang telah dipendam ±12 tahun, dan adanya motivasi yang besar untuk memiliki sebuah Pesantren milik sendiri, maka Buya Usman Husni dan Ummi Fauziah telah bersepakat untuk mendirikannya. Setelah menimbang-nimbang selama 5 bulan, dan mencari pertapakan tanah sebagai cikal bakal Pesantren Al-Husna, kemudian memohon restu orang tua Ummi, (alm) H, Abdurrahman Hsb, maka diletakkanlah batu pertama Pondok Pesantren Al-Husna dengan “Bismillah-Allah Akbar” pada tanggal 11 Ramadhan 1409 H bertepatan tanggal 17 April 1988 M di Gang Pelajar Pasar III Marindal I Patumbak Deli Serdang. Tepat pada tanggal 12 Agustus 1988 M, resmi dibuka oleh camat Patumbak. Dilanjutkan pada tanggal 14 Agustus 1989, resmi dimulai Diniyah Awwaliyah Al-Husna, dengan kepala madrasahnya Ummi Fauziah. Sedangkan, pesantrennya secara otomatis dipimpin oleh Buya Usman Husni. Kemudian pada tanggal 06 Maret 1990 M dibentuklah Yayasan Pesantren Al-Husna, dengan ketuanya (alm) H. Abdurrahman Hsb (ayah kandung Ummi).

Komentar»

1. shahib - April 22, 2010

ass…. ust. bisa krmin foto ayahanda abuya usman husni ke alamat e mail saya

2. Alamat Pondok Pesantren di Indonesia « Jaringan Santri Indonesia - Mei 30, 2010

[…] 2- Pondok Pesantren Al-Husna Marindal I Patumbak Kab. Deli Serdang – Sumatera Utara […]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: